PT Perorangan: Syarat, Cara Mendirikan, dan Keuntungannya

PT Perorangan: Syarat, Cara Mendirikan, dan Keuntungannya

Ilustrasi pendaftaran PT Perorangan secara online di Indonesia

Memiliki badan usaha yang sah secara hukum bukan lagi impian yang sulit diraih. Sejak diberlakukannya Undang-Undang Cipta Kerja pada tahun 2020, pemerintah Indonesia memperkenalkan konsep baru bernama PT Perorangan — sebuah terobosan yang memungkinkan satu orang mendirikan perseroan terbatas tanpa membutuhkan mitra atau pemegang saham lain.

Bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang selama ini ragu untuk go legal karena prosesnya dianggap rumit dan mahal, PT Perorangan hadir sebagai solusi yang relevan dan terjangkau. Artikel ini membahas seluk-beluk PT Perorangan, mulai dari pengertian, syarat, hingga prosedur pendirian dan keuntungan yang bisa Anda dapatkan.

Apa Itu PT Perorangan?

PT Perorangan adalah bentuk perseroan terbatas yang didirikan oleh satu orang sebagai pemegang saham sekaligus direktur. Bentuk badan usaha ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2021 tentang Modal Dasar Perseroan serta Pendaftaran Pendirian, Perubahan, dan Pembubaran Perseroan yang Memenuhi Kriteria untuk Usaha Mikro dan Kecil.

Berbeda dengan PT konvensional yang mensyaratkan minimal dua pemegang saham dan akta notaris, PT Perorangan hanya membutuhkan satu pendiri yang merangkap sebagai pemegang saham tunggal dan direktur. Pendiriannya pun dilakukan melalui pernyataan mandiri secara elektronik, tanpa perlu ke kantor notaris. Ini menjadikannya pilihan ideal bagi pengusaha solo yang ingin mendapatkan perlindungan hukum atas aset pribadi mereka.

Perbedaan PT Perorangan dan PT Biasa

Sebelum memutuskan bentuk badan usaha yang tepat, penting untuk memahami perbedaan mendasar antara PT Perorangan dan PT konvensional:

Aspek PT Perorangan PT Konvensional
Jumlah Pendiri 1 orang Minimal 2 orang
Akta Notaris Tidak wajib (pernyataan mandiri) Wajib
Kategori Usaha Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Semua skala usaha
Biaya Pendirian Lebih terjangkau Relatif lebih besar
Modal Dasar Tidak ada batas minimal Tidak ada batas minimal (diatur sendiri)
Dewan Komisaris Tidak wajib Wajib untuk PT skala menengah-besar
Laporan Keuangan Laporan keuangan sederhana Wajib audit untuk PT tertentu

Meski prosesnya lebih sederhana, PT Perorangan tetap memberikan pemisahan antara harta pribadi dan harta perusahaan — keunggulan utama yang membedakannya dari usaha dagang (UD) atau usaha informal lainnya.

Syarat Mendirikan PT Perorangan

Untuk dapat mendirikan PT Perorangan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon pendiri:

No Syarat Keterangan
1 Warga Negara Indonesia Pendiri harus WNI berusia minimal 17 tahun
2 Cakap hukum Tidak sedang dalam pengampuan atau pailit
3 KTP aktif Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku
4 NPWP pribadi Nomor Pokok Wajib Pajak atas nama pendiri
5 Skala usaha UMK Usaha harus masuk kategori mikro atau kecil sesuai peraturan berlaku
6 Hanya 1 PT Perorangan Satu orang hanya boleh mendirikan 1 PT Perorangan dalam satu waktu

Kriteria usaha mikro dan kecil mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 yang telah diperbarui. Usaha mikro memiliki kekayaan bersih maksimal Rp50 juta (di luar tanah dan bangunan) atau omzet tahunan hingga Rp300 juta. Sementara itu, usaha kecil memiliki kekayaan bersih antara Rp50 juta hingga Rp500 juta, atau omzet tahunan antara Rp300 juta hingga Rp2,5 miliar.

Prosedur Pendirian PT Perorangan

Kabar baiknya, proses pendirian PT Perorangan sepenuhnya dilakukan secara online melalui sistem AHU (Administrasi Hukum Umum) milik Kementerian Hukum dan HAM. Anda tidak perlu antre di kantor pemerintah. Berikut tahapan lengkapnya:

Langkah Proses Keterangan
1 Siapkan dokumen KTP, NPWP, alamat email aktif, dan nama perusahaan yang diinginkan
2 Akses portal AHU Online Kunjungi ahu.go.id dan pilih menu Perseroan Perorangan
3 Isi pernyataan pendirian Lengkapi formulir pernyataan pendirian secara elektronik tanpa notaris
4 Pembayaran PNBP Bayar Penerimaan Negara Bukan Pajak melalui bank atau kanal pembayaran yang tersedia
5 Terima SK Kemenkumham Surat Keputusan Menteri diterbitkan secara otomatis dalam sistem digital
6 Daftar NIB via OSS Daftarkan usaha ke oss.go.id untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha
7 Urus NPWP Badan Daftarkan NPWP badan usaha ke Kantor Pajak atau melalui DJP Online

Seluruh proses ini dapat diselesaikan dalam hitungan hari, bahkan dalam beberapa kasus hanya membutuhkan waktu 1 hingga 2 hari kerja jika semua dokumen sudah lengkap dan tidak ada kendala teknis pada sistem.

Berapa Biaya Mendirikan PT Perorangan?

Salah satu keunggulan PT Perorangan adalah biaya pendiriannya yang sangat terjangkau dibandingkan PT konvensional. Biaya yang dikeluarkan umumnya hanya mencakup PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) ke Kementerian Hukum dan HAM, yang berkisar antara Rp50.000 hingga Rp200.000 tergantung besaran modal yang dicantumkan dalam pernyataan pendirian.

Karena tidak membutuhkan akta notaris, biaya notaris yang pada PT konvensional bisa mencapai jutaan rupiah tidak diperlukan sama sekali. Namun, jika Anda ingin mendapatkan pendampingan profesional dalam proses administrasi, pengurusan izin sektoral, atau perencanaan struktur bisnis jangka panjang, menggunakan jasa konsultan hukum atau Notaris tetap direkomendasikan agar tidak ada langkah yang terlewat.

Keuntungan Memiliki PT Perorangan

Mengapa memilih PT Perorangan dibanding bentuk usaha lain seperti usaha dagang atau CV? Ada beberapa alasan kuat yang perlu dipertimbangkan.

Perlindungan aset pribadi. Sebagai badan hukum yang terpisah dari pemiliknya, utang dan kewajiban perusahaan tidak secara otomatis menjadi tanggung jawab pribadi pendiri. Jika bisnis mengalami masalah keuangan, aset pribadi seperti rumah dan tabungan pribadi relatif terlindungi — sesuatu yang tidak bisa dijamin oleh UD atau firma.

Kredibilitas lebih tinggi. Memiliki badan usaha berbentuk PT meningkatkan kepercayaan klien, mitra bisnis, dan lembaga keuangan. Banyak perusahaan besar mensyaratkan vendor mereka memiliki entitas berbadan hukum sebelum bisa menjalin kerja sama kontraktual.

Kemudahan akses pembiayaan. PT Perorangan yang sudah memiliki NIB dan NPWP badan dapat mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta berbagai fasilitas pembiayaan pemerintah yang tidak tersedia bagi usaha informal. Hal ini membuka peluang ekspansi yang lebih luas.

Fleksibilitas upgrade ke PT biasa. Jika bisnis berkembang dan Anda ingin mengajak mitra atau menarik investor, PT Perorangan dapat diubah menjadi PT konvensional melalui prosedur yang telah diatur dalam regulasi yang berlaku.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Jasa Profesional?

Meskipun proses pendirian PT Perorangan dapat dilakukan sendiri secara online, ada situasi-situasi tertentu di mana pendampingan profesional dari Notaris atau konsultan hukum sangat dianjurkan. Di antaranya ketika Anda berencana mengajukan izin sektoral seperti izin BPOM, izin klinik, atau izin di bidang konstruksi yang memerlukan dokumen hukum tambahan. Selain itu, jika bisnis Anda membutuhkan perjanjian-perjanjian yang mengikat secara hukum dengan pihak ketiga — seperti perjanjian distribusi, perjanjian sewa, atau perjanjian kerjasama — akta notaris tetap diperlukan untuk memberikan kekuatan pembuktian yang lebih kuat.

Konsultasi awal dengan profesional hukum dapat menghindarkan Anda dari kesalahan administratif yang justru mempersulit operasional bisnis ke depan. Biaya konsultasi yang dikeluarkan di awal jauh lebih kecil dibandingkan potensi kerugian akibat permasalahan hukum yang tidak diantisipasi.

PT Perorangan adalah langkah awal yang cerdas bagi pengusaha muda dan pelaku UMKM yang ingin berbisnis dengan aman, legal, dan profesional. Dengan modal yang minim dan proses yang sederhana, tidak ada alasan lagi untuk menunda legalisasi usaha Anda.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan nasihat hukum. Untuk kepastian hukum, konsultasikan dengan Notaris, PPAT, atau ahli hukum yang berpengalaman.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *